Ukasyah bin Mihshan al Asadi adalah seorang sahabat Muhajirin yang berasal dari Bani Abdu Syams. Ia telah memeluk Islam pada masa-masa awal sehingga termasuk dalam as Sabiqunal Awwalin.

Dialah seorang ksatria penunggang kuda dari Bani Asad. Dalam salah satu kesempatan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata, “Di antara kami ada seorang kesatria penunggang kuda terbaik dari bangsa arab”. Para sahabat menyela, siapakah dia wahai Rasulullah? Beliau menjawab, “Ukasyah bin Mihshan”.

Dhirar bin Al Azwar berkata, “Dia adalah salah seorang diantara golongan kami wahai Rasulullah”. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam menimpali, “Dia bukan dari golongan kalian, tapi dari golongan kami”. –  (Ibnu Katsir, al-Bidayah wa an-Nihayah 3/290)

Perang Badar merupakan perang yang banyak memunculkan pahlawan-pahlawan Islam. Perang pertama yang sangat menentukan, apakah Islam akan tenggelam dan lenyap selagi masih embrio, ataukah akan terus tumbuh berkembang pesat?

Dan sejarah membuktikan, 313 orang yang belum cukup berpengalaman dengan persenjataan terbatas dan perbekalan seadanya, apalagi memang tidak dipersiapkan untuk bertempur tetapi hanya untuk mencegat kafilah dagang Quraisy, ternyata mampu mengalahkan seribu orang pasukan kafir Quraisy yang dipimpin Abu Jahal yang berpengalaman, dengan persenjataan lengkap dan perbekalan yang lebih banyak. Tentunya semua itu terjadi tidak lepas dari pertolongan Allah SWT.

Salah satu pahlawan yang lahir di medan perang Badar ini adalah Ukasyah bin Mihshan bin Harsan  Al-Asadi. Begitu dahsyatnya ia bertempur sehingga pedangnya pun patah. Melihat hal itu, Rasulullah SAW menghampiri Ukasyah sambil membawa sebuah ranting pohon, sambil bersabda, “Berperanglah dengan ini wahai Ukasyah.”

Begitu diterima dari Nabi SAW dan digerak-gerakkan, ranting pohon itupun berubah menjadi sebuah pedang yang panjang, kuat, mengkilat dan tajam. Ukasyahpun meneruskan pertempurannya hingga Allah memberikan kemenangan pada umat Islam.

Pedang yang kemudian diberi nama “Al ‘Aun” menjadi senjata andalan Ukasyah dalam setiap pertempuran yang diikutinya, baik bersama atau tanpa Rasulullah SAW. Begitupun ketika Ukasyah menjemput syahidnya di Perang Riddah, pedang dari ranting pemberian Nabi SAW setia menemaninya.

Pembunuh Ukasyah adalah Thulaihah al Asadi yang saat itu mengaku sebagai nabi, tetapi kemudian menjadi sadar dan kembali kepada Islam dan menjadi baik keislamannya. Ketika Umar bertemu dengan Thulaihah, ia berkata, “Apakah engkau yang telah membunuh orang yang saleh, Ukasyah bin Mihshan??”

Thulaihah menjawab, “Ukasyah menjadi orang yang bahagia (menjadi syahid) karena diriku, dan aku menjadi orang celaka karena dirinya. Tetapi aku memohon ampun kepada Allah…”

Kemudian Thulaihah menyebut sabda Nabi SAW, “Surga itu diliputi oleh hal-hal yang dibenci dan neraka itu ditaburi oleh hal-hal yang disukai…”

Umar bin Khaththab hanya tersenyum dan membenarkan Thulaihah.

*Tulisan oleh Ibnu Ghufron – Percik Kisah Sahabat Rasulullah SAW | Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam

Firman Allah: “Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama masuk ke dalam islam dari golongan Muhajirin dan Anshar. Dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik. Allah ridha kepada mereka, dan merekapun ridha kepada Allah. Dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai, mereka kekal abadi selamanya. Itulah kemenangan yang besar”. [Q.S. At-Taubah :100]

Kelebihan ahli badar seramai 313 orang menurut hadis sahih Bukhari dan Muslim. Syuhada Perang Badar Sahabat Nabi Muhammad Rasulullulah SAW

“Datang Malaikat Jibril as pada Nabi saw dan berkata: Apa pendapat kalian tentang ahlul Badar diantara kalian? maka bersabda Rasulullah saw : Mereka adalah muslimin yg paling mulia, (atau kalimat yg bermakna demikian), lalu berkata Jibril as : Demikian pula yg mengikuti perang Badar dari kelompok malaikat, mereka malaikat yg terbaik” – (Shahih Bukhari)

Rasulullah s.a.w telah bersabda yang bermaksud: “Demi jiwa Muhammad yang berada dalam genggaman tanganNYA, pada hari ini tidak ada seorang pun yang memerangi mereka dengan sabar, mengharap redha ALLAH, dan maju tanpa mundur melainkan ALLAH memasukkannya ke dalam syurga.”

Nasihat Rasulullah SAW

Allah berfirman: “Beribadahlah kepada Tuhanmu sampai datang kepadamu Al-Yaqin. [mati]” –  (QS. Al-Hijr: 99)

Nabi Muhammad SAW menasihatkan agar kita selalu menjaga iman, dengan istiqamah beramal. Ada seorang sahabat yang meminta nasihat kepada beliau. Yang nasihat ini akan selalu dia jaga selama hidupnya.

Nasihat yang bgainda sampaikan sangat ringkas iaitu: Katakan, Saya beriman kepada Allah, kemudian istiqmahlah.” – (HR. Ahmad 15416 dan sanadnya shahih).

Dan yang namanya istiqamah, tentu saja tidak akan ada putusnya. Imam Ahmad pernah ditanya, ‘Bilakah waktu untuk istirahat?’ beliau menjawab, “Ketika pertama kali kita berpijak kaki kita di syurga.”

Susunan: Berita Mimpi – Ana Ghoib | Mimpi dan penglihatan aneh…

KLIK BACA: Doa Nisfu Sya’ban oleh Nabi Muhammad yang disuruh Jibril baca dalam sujud

KLIK BACA: Dukun berniat mahu ubati Nabi Muhammad disangkanya ‘gila’ tapi akhirnya masuk Islam

KLIK BACA: 300 Mukjizat Rasulullah SAW 

KLIK BACA: Senarai nama 313 Sahabat Rasulullah SAW terlibat perang BADAR

Tolong Komen & Share