Posted 07/20/2013 by Ana Ghoib in Ilmu Islam
 
 

Tarekat Naqsabandiyah bukan ajaran sesat?

tarekat naqsabandiyah
tarekat naqsabandiyah

Islam tidak meraikan kepelbagaian dalam anutan jika menurut sejarah dari sejak zaman Khalifah yg 4 sesudah itu bercerai berailah mereka.

Jika Indonesia membenarkan kepelbagaian dalam agama barangkali mungkin para pengasasnya dikalangan para walisongo asli juga akan menentang!

INDONESIA JAWA BOGOR: Tarekat Naqsabandiyah sudah hadir sejak ratusan tahun lalu di Indonesia. Di Padang, Sumatra Barat (Sumbar), Naqsabandiyah dibawa oleh Syekh Tahib yang menuntut ilmu di Makkah selama 25 tahun.

Imam surau Tarekat Naqsabandiyah, Zahar (57 tahun) mengaku, dia mulai berdakwah di Padang sekitar tahun 1900-an. Kemudian ia menurunkan ilmunya kepada kemenakannya, Syekh Munir. Ilmu ini terus diturunkan sampai kepada Syafri Malin Mudo yang kini menjadi guru besar tarekat di Padang dan sekitarnya.

Tarekat ini tidak hanya ada di Kota Padang, tetapi juga ada di wilayah Solok, Payakumbuh, dan Pasaman. Penyebaran tarekat ini dilakukan dengan menurunkan ilmu suluk dari guru besar kepada murid-muridnya di surau.jemaah tarekat naqsabandiyah indonesia

Murid tersebut kemudian menyebarkan ajaran ini dengan mendirikan surau di kampung halaman masing-masing. “Biasanya mereka menuntut ilmu satu sampai dua tahun,” ungkap Zahar yang telah 30 tahun berdakwah.

Kecuali penetapan Ramadhan, tidak ada perbedaan dalam tata cara beribadah di Tarekat Naqsabandiyah. Seluruhnya dilaksanakan seperti yang tercantum dalam Alquran dan hadits, lapor Repbulika ID.

Karena perbedaannya dalam memutuskan waktu Ramadhan, beberapa kali Tarekat Naqsabandiyah didatangi oleh Kementerian Agama. Bahkan Menteri Agama datang sendiri datang ke surau tersebut untuk bersilaturahmi.

Ajaran ini bukanlah ajaran sesat, tegas Zahar. Islam sangat menghargai keragaman. Pun Tarekat Naqsabandiyah. Jangan sampai perbedaan ini memecah belah umat.

tarekat tasauf

Kenapa saya keluar dari Sufi “Tarekat/Tariqat/Tariqah Naqshbandiyah/Naqsyabandiyah”?

Di sini ada dan sini ilmu sufi pembacaan yang baik mengenai dakwaan kesesatan dan perpecahan dalam salah amal tarekat ini terutama Naqsabandiyah yg terkenal dengan amalan SULUK berzikir dalam kelambu putih yg kadang kala boleh membawa maut sejak lebih 150 tahun dahulu di Indonesia terutama Sumatera.

Kita manusia yg pelbagai dan lemah mempunyai kehendak rohani berbeza dan jalannya juga berlainan mengikut tahap diri masing masing. Mudah menghukum sesat juga amalan yg paling buruk sebelum kita fahami segala fakta dasn bukti lebih buruk jika menguduh dan menghukum ikut ikutan sahaja spt yg sering berlaku dalam Islam kini.

Kita tidak tahu apa peperangan yg dihadapi beratnya jiwa manusia oleh itu bacalah dengan minda terbuka dahulu – MRM

Share on FacebookTweet about this on TwitterGoogle+Share on LinkedIn
Klik Icon Share – MRM TQ Grazie Merci Syukran

Sila Komen - Sharing is Caring


Ana Ghoib

 
Wayfarer & Wanderer | Trader Viator Avant Garder | Ana Ghoib - Al Hina


IKLAN MRM BLOGEZINE KLIK SINI HUBUNGI